Selasa, 24 Mei 2011

Hasil-hasil Operasi Plastik Terbaik di China



















Amerika Diserang Ribuan Tenggeret

Jika di Indonesia baru saja 'diserang' ulat bulu, di Amerika Serikat lain lagi ceritanya. Negara Paman Sam ini sedang menerima serangan 'pasukan' tenggeret.


http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/05/12/article-1386233-00F5E91E1000044C-294_468x286.jpg

Para ahli menyebut, tenggeret yang menyerang AS ini sebagai Brood XIX. Serangga bersayap ini kembali muncul setelah 13 tahun tak menampakkan diri di langit AS. Kini, tenggeret-tenggeret itu mulai keluar. Saat 'penyerangan' itu, telah tiba.

'Tentara' bermata merah ini telah mencapai wilayah selatan AS. Memaksa para petani melindungi tanaman mereka dengan jaring-jaring yang kuat.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/05/12/article-1386233-025835B00000044D-302_468x286.jpg

"Ada jutaan di pepohonan," kata Greta Beekhuis, seorang warga di kawasan Pittsboro, Carolina Utara, kepada USA Today sebagaimana dilansir oleh laman daylimail.com, Kamis 12 Mei 2011. "Suara tenggeret dapat didengar di mana-mana."

"Ketika saya keluar dari rumah ke toko untuk membeli barang, saya berlari melewati ribuan tenggeret. Mereka dimana-mana. Udara terasa sesak dengan kehadiran mereka."

Dilaporkan, tenggeret-tenggeret ini menetas secara massal di wilayah Carolina Selatan, Georgia, Mississippi, Carolina Utara, dan Arkansas. Tapi sekarang, serangga ini tengah menuju ke utara. Mereka keluar untuk berkembang biak.

Sebenarnya, tenggeret tidaklah berbahaya bagi manusia. Gangguan yang mungkin muncul adalah suara mereka yang bising, kekuatannya bisa mencapai 120 desibel.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/05/12/article-1386233-00E9A0FA1000044C-835_223x252.jpg

Mereka bergemuruh, berdengung memenuhi udara hanya untuk satu bulan, selama proses reproduksi. Pejantan tenggeret akan mengeluarkan suara bergemuruh dan melengking ketika tiba masa kawin. Suara keras mereka dikeluarkan dengan menggosokkan keki-kaki mereka secara bersamaan.

Meskipun orang awam merasa terganggu dengan kemunculan tenggeret ini, tidak demikian bagi para peneliti. Bagi mereka, tenggeret-tenggeret ini justru sangat tertarik untuk diteliti. Karena tidak akan mendapatkan kesempatan lagi hingga tahun 2024 mendatang.

Para ilmuan menyebut tenggeret yang menyerang AS sebagai indukan besar dari selatan atau Brood XIX. "Mereka memiliki mata merah, tidak menyengat, tidak menggigit," kata ahli hortikultura dari UT Agricultural Extention, Carol Reese kepada the Jackson Sun.

"Tenggeret ini menakutkan ketika berdengung, tapi sebenarnya mereka tidak berbahaya."

Steve Frank, asisten profesor di Departemen Entomologi N.C. State University, kepada the Herald Sun mengatakan: "Ide binatang keluar secara massal adalah kejadian yang sangat menarik."

"Ini secara umum mengisyaratkan untuk memperbanyak predator kita. Pertama mungkin meningkatkan burung dan predator lainnya."

Brood XIX terakhir kali memenuhi langit AS pada tahun 1998 silam. Mereka adalah varietas tenggeret terbanyak di dunia.  Muncul dari dalam tanah setiap 13 hingga 17 tahun sekali untuk kawin, tergantung jenis masing-masing.

Secara keseluruhan, dikenal 15 jenis indukan, sebagai grup keturunan. Sebanyak 12 jenis muncul setiap 17 tahun dan tiga jenis lagi muncul tiap 13 tahun.

Saat proses berkembang biak, tenggeret betina meletakkan telur-telur mereka di kulit pohon selama enam atau delapan minggu.

"Bayi yang lahir belakangan akan memiliki kesempatan hidup yang lebih bagus, karena predator mereka telah memakan tenggeret lain."

Tenggeret Brood XIX ini memiliki panjang sekitar satu inchi, mereka makan dengan cara menghisap sari yang ada di batang pohon.

Binatang ini tidak membunuh pohon dewasa dan tanaman yang besar yang mereka mangsa. Tapi, tanaman yang lebih muda bisa rusak karena dijadikan tempat bagi larva-larva tenggeret dalam jumlah yang sangat banyak.

Sumber :
teknologi.vivanews.com

10 Istana Paling Megah yang Pernah dibangun

The Potala Palace, Lhasa, Tibet
Bangunan Momumen Termegah di Tibet
The Potala Palace

The Potala Palace


Mont Saint-Michel, Normandy, Perancis
Kastil Abad Pertengahan di Pulau Kecil
Mont Saint-Michel

Mont Saint-Michel


10 Penjara Bawah Tanah di Indonesia

10. Penjara bawah tanah Benteng Vastenburg, Solo.

Benteng megah di tengah Kota Bengawan ini, sekarang tinggal seonggok bangunan yang tak berharga dan ditumbuhi rumput ilalang yang lebat. Dalam konteks morfologi perkotaan, benteng itu memiliki peranan penting yakni pusat hubungan Solo-Semarang. Kota Solo dalam periode XVIII-XIX, sebagai pusat perdagangan dan ditandai perkembangan kota kolonial. Uniknya, perkembangan ini tercipta dalam nuansa kekuasaan tradisionalistik Kerajaan Kasunanan Surakarta.

Di tempat itu, kekuatan pasukan Belanda dipusatkan. Konon, juga ada semacam bungker bawah tanah yang cukup luas di bawah benteng. Bungker tersebut digunakan untuk penjara para tawanan. Hal itulah yang membuat tempat tersebut tak dimungkinkan jika dijadikan bangunan bertingkat.

9. Penjara Bawah tanah Benteng Pendem, Cilacap.

Siapa sangka di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, seperti Cilacap menyimpan sebuah benteng yang sangat unik. Benteng itu bernama Benteng Pendem (Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap) yang dulunya di tahun 1861 merupakan benteng pertahanan tentara Hindia Belanda saat menghadapi bangsa Indonesia.

Benteng di pesisir pantai Teluk Penyu ini menempati area seluas 6,5 hektare dengan beragam fasilitas wisata, seperti benteng, terowongan, landasan meriam, penjara bawah tanah, barak, ruang dapur, ruang senjata, jembatan kolam, gardu pos yang berisi peta strategi Belanda, kolam pemancingan, tempat istirahat, gazebo, ayunan dan sejumlah patung dinosaurus.

Makanan yang Terbuang di Dunia Cukup Untuk Pangan di Afrika

Berapa banyak makanan yang terbuang di dunia karena tidak bisa dikonsumsi? Jumlahnya sungguh mencengangkan, badan pangan dunia (FAO) menemukan sepertiga makanan di dunia terbuang setiap tahunnya, yang jumlahnya cukup untuk pangan di Afrika.

Food and Agriculture Organisation (FAO) PBB menemukan makanan yang terbuang percuma itu berasal dari negara-negara kaya dan berkembang.


http://images.detik.com/content/2011/05/13/763/sayuran-dalam-ts.jpg

Makanan yang gagal dikonsumsi itu adalah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian. Makanan tersebut dibuang oleh penjual dan konsumen ke tempat sampah akibat rendahnya standar kualitas dan sudah lewat dari kadaluarsa.

Makanan yang dibuang di negara berkembang karena ada kesalahan saat proses panen yang buruk, distribusi yang buruk dan penyimpanan yang buruk. Akibatnya makanan jadi cepat rusak dan terbuang sia-sia.

Sedangkan di negara maju, makanan yang dibuang itu karena konsumen sering membeli dalam jumlah yang banyak atau melebihi kebutuhan. Penjual dan konsumen juga akan langsung membuang makanan yang kemasannya rusak walau cuma sedikit saja.

Jika kemasannya rusak sedikit atau tidak sesuai standar, konsumen atau penjual di negara maju akan langsung membuangnya.

Peneliti dari Swedish Institute for Food and Biotechnology (SIK) for Save Food! melakukan studi dengan menghasilkan beberapa penemuan penting, seperti dikutip dari FAO.org :


  1. Negara maju dan berkembang kira-kira membuang makanan dalam jumlah yang sama yaitu masing-masing 670 dan 630 juta ton.
  2. Setiap tahun, sampah makanan dari negara-negara kaya sebanyak 222 juta ton, jumlah ini mirip dengan produksi pangan di negara Afrika sub-Sahara yaitu sebesar 230 juta ton.
  3. Jenis makanan yang paling sering terbuang adalah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian.
  4. Jumlah makanan yang hilang atau terbuang setiap tahunnya setara dengan lebih dari setengah hasil panen sereal di dunia (2,3 miliar ton di tahun 2009/2010).

Limbah makanan oleh konsumen di negara Eropa dan Amerika Utara sekitar 95-115 kg per tahun, sedangkan di negara Afrika sub-Sahara, Asia Selatan dan Tenggara sekitar 6-11 kg per tahun.

Diketahui jumlah produksi pangan per kapita untuk masyarakat di negara kaya sekitar 900 kg per tahun, jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding produksi di negara miskin yaitu sekitar 460 kg per tahun.

Solusi yang diberikan oleh peneliti adalah mengurangi ketergantungan pada pengecer sehingga bisa membantu mengurangi sisa makanan yang terbuang serta menyarankan untuk menjual produk pertanian langsung ke konsumen.

Sedangkan untuk negara berkembang kuncinya terletak pada memperkuat rantai suplai makanan, mendorong investasi di bidang infrastruktur dan transportasi serta meningkatkan perhatian terhadap proses pengolahan, penyimpanan dan kemasan.

Konsumen juga diminta mengubah pola berbelanjanya agar tidak membeli makanan melebihi kebutuhannya sehingga tidak membuang makanan tersebut akibat melewati batas kadaluarsanya.
 
Sumber : 

10 Teleskop dan Observatorium Paling Terkenal Dunia

1. Gemini Observatory



Dua mata lebih baik dari satu. Twin optik / teleskop inframerah Observatorium Gemini adalah terpisah, tetapi bersama-sama mereka dapat mengakses seluruh langit.

Gemini Selatan terletak sekitar 9.000 meter di Andes Chili, Gemini Utara (foto) adalah di bagian atas Mauna Kea, rumah bagi sebuah komunitas internasional dengan teleskop yang mengintip ke langit malam, dengan suasana yang sangat baik di Hawaii.


2. European Southern Observatory


Teleskop dengan panjang 3,5 meter ini merupakan teleskop pertama di dunia yang memiliki cermin utama yang dikendalikan oleh komputer.

Bersama teleskop ESO di Gurun Atacama di Chili, juga termasuk Very Large Telescope dan observatorium utama di Eropa.

Dikenal juga sebagai ALMA, sebuah kolaborasi antara Amerika Utara dengan Asia Timur dan Chile. ALMA akan menjadi The Biggest Earth Radio Observatorium dan paling maju di dunia. Yang akan membawa kita ke teknologi Observatorium berikutnya yang lebih tinggi.

inspirasi Nasehat Paling Berharga Dari Mendiang Charlie Chaplin Kepada Putrinya

Charlie Chaplin adalah seorang aktor komedi inggris multi-talent yang sangat terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih.



(16 April 1889 – 25 Desember 1977)

Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.

Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.


Di usianya yang sangat dini Chaplin sudah mulai berakting dari panggung ke panggung dalam pertunjukan komedi Music Hall.