Jumat, 04 Januari 2013

(FOTO) Babi Yang Hidup Dengan Dua Kaki

Jangan mencoba untuk meyakinkan jianqiang Zhu, babi yang sangat pintar yang namanya diterjemahkan dari Cina berarti "Berkeinginan Kuat", bahwa berjalan dengan dua kaki di depan adalah mustahil untuk seekor babi.



Babi iru seakan menentang hukum gravitasi umum dalam hidupnya.

Babi betina ini lahir menjadi yang cacat dari sembilan saudara kandungnya yang kuat, juga tetangga babi dan teman-teman babinya. yang mendorong pemiliknya, Wang Xihai, untuk mengucilkannya. Tapi Wang adalah seorang petani yang punya hati ,dia tersentuh oleh kegigihan hewan ini untuk bertahan hidup.

Dia memberinya kesempatan itu dan babi itu menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan penuh semangat, mengalahkan segala rintangan hidup.Sebaliknya, ia menjadi selebriti lokal, dan wisatawan datang dari seluruh banyak tempat untuk menonton saat ia melakukan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan sehari-harinya.



Wang mengajarinya berjalan pada kuku depan dan dia belajar hanya dalam beberapa hari.

Setelah sekitar satu bulan, ia mulai berjalan sendiri, menyeimbangkan berat badannya di kaki depan saat ia bergerak. Saat ini, meskipun berat badan 50 kg, anak babi ini berjalan mundur dengan cukup mudah.

Pada waktu makan, babi berdiri sendiri di depan panci makanan dan berdiri di kepalanya menyeimbangkan tubuhnya sedemikian rupa sehingga mulutnya dapat menjangkau ke dalam panci.

Meskipun banyak yang menawar babi ini dengan harga sangat mahal, Wang mencintai babi nya dan menolak untuk menjualnya."Saya tidak akan menjual dia ,tidak peduli berapapun harga yang ditawarkan," kata Wang bangga.Cinta, kegigihan dan kebaikan ternyata datang dalam segala bentuk dan ukuran.

Kamis, 03 Januari 2013

Restoran Ini Berada Di Tengah-Tengah Kuburan

Kuburan merupakan tempat untuk memakamkan manusia yang telah meninggal dan biasanya kuburan selalu identik dengan hal hal mistis yang menyeramkan namun di India Kuburan tidak lagi menakutkan dan menyermakan sebap di atas kuburan dirubah menjadi sebuah  restoran yang unik dan menyenagkan yang di kelilingi kuburan kuburan orang yang telah meningal.

Seperti yang dilansir Oddity Central, seorang pria di India mendirikan sebuah restoran di tanah perkuburan. Yang menarik, sang pemilik tidak memindahkan kuburan tersebut. Sebaliknya ia justru menjadikannya sebagai salah satu hiasan.



Berlokasi di Ahmadad, India, restoran unik tersebut dinamakan New Lucky. Restoran dengan menu andalan milk tea (teh tarik) ini memiliki sejumlah kuburan warna hijau terang di sela-sela kursi pembeli. Para pengunjung mengaku tidak terganggu menikmati hidangan sambil melihat kuburan tersebut. Mereka menganggapnya sebagai hiasan ruangan dan pelayan dengan lihai melewatinya sambil membawa nampan berisi teh di tangan.

Krishan Kutti Nair, sang pemilik, berpikir lokasi yang menyeramkan ini baik untuk bisnis. Krishan sendiri tidak mengetahui makam siapa saja yang ada dalam restoran tersebut. Tapi sejarawan setempat menyebut tempat itu menjadi peristirahatan terakhir seorang tokoh sufi beserta dengan keluarganya dari abad ke-16.



Awalnya, restoran New Lucky hanya berupa kedai di luar pekuburan. Saat itu, seorang bernama K.H Muhammad membuka kedai tersebut. Kemudian Krishan ikut mengelolanya hingga menjadi besar dan akhirnya memiliki bangunan tembok mengelilingi beberapa makam.








Pulau Yang Bertopikan Awan

Litla Dimun adalah sebuah pulau kecil antara pulau Suouroy dan Stora Dimun di Kepulauan Faroe. pulau ini adalah yang terkecil dari 18 pulau utama, dengan luas kurang dari 100 hektar dan merupakan satu-satunya pulau yang tak berpenghuni. Salah satu pemandangan yang paling mencolok dari pulau ini adalah pulau ini sering tertutup awan tetap. Jenis awannya dikenal sebagai awan lenticular, disebut demikian karena berbentuk seperti lensa. Awan lenticular selalu diam dan ketika terbentuk berada di puncak gunung atau pulau-pulau tampak seperti menggunakan topi megah.





Sepertiga bagian selatan pulau ini adalah tebing terjal, dengan sisanya naik ke gunung Slaettirnir, tingginya mencapai 414 meter (1.358 kaki). Pulau ini belum pernah dihuni oleh manusia, tetapi domba terus ada dari zaman kuno, Tebing dapat naik dengan bantuan tali yang ditempatkan oleh para pemilik domba.












Museum Mie Instan Di Jepang

Memperingati 40 tahun produksi mie instan pertama oleh perusahaan produsen makanan Nissin, sebuah museum mie instan didirikan di Yokohama, sebelah selatan Tokyo, Jepang. Di museum yang diberi nama 'Cup Noodles Museum' ini, pengunjung bisa melihat sejumlah koleksi mie instan dari waktu ke waktu. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati sensasi 'Cup Noodles Park', sebuah atraksi interaktif tentang proses pembuatan mie.


Seorang pengunjung melihat koleksi mie instan yang dipamerkan di Cup Noodles Museum di Yokohama, Jepang.


Seorang gadis bermain-main di 'Cup Noodles Park', sebuah atraksi interaktif tentang pembuatan mie instan.


Seorang pengunjung melihat instalasi ilusi optik yang ditampilkan di Cup Noodles Museum.


Seorang pengunjung menyentuh patung pendiri perusahaan produsen makanan Nissin, Momofuku Ando.


Seorang anak membuat mie di 'Pabrik Ramen Ayam', di mana pengunjung bisa belajar membuat mie.

WOW!! Museum Origami Di Bandara

Museum Origami Tokyo terletak di sebuah tempat yang tidak biasanya. Museum ini terletak di dalam Bandara, tepatnya dilantai 3 Bandara Narita Tokyo. Jika anda berpergian ke sana jangan lupa mengunjungi museum Origami ini. 

Setidaknya ada 400 lebih origami, seni melipat kertas abad tradisional yang telah disempurnakan Akira Yoshizawa. Dalam Museum ini anda juga bisa mendapatkan buku yang berisi panduan cara membuat Origami. 






























 

Perpustakaan Canggih Dan Unik Di Dunia

Kalau Anda ke perpustakaan yang ada di Chicago Unversity mungkin akan tercengang dengan 2 hal, pertama gedungnya yang berbentuk sebuah kubah dan memanfaatkan 100% sinar matahari sebagai sumber penerangan.

Kedua, anda pasti bingung, kok yang katanya perpustakaan tapi Anda tidak bisa menemukan satu buku pun di perpustakaan ini.

Disebut dengan Joe and Rika Mansueto Library, perpustakaan ini mungkin akan menjadi perpustakaan tercanggih saat ini karena semua koleksi buku mereka disimpan di dalam tanah. Sedangkan untuk meletakkan dan menaruh buku semuanya dikerjakan dengan komputer dan robot.

Tempat penyimpanan buku tersebut terletak di dalam tanah dengan tingggi ruangan setara dengan 5 lantai dan semua buku disimpan dalam rak raksasa. Totalnya ada sekitar 3,5 juta buku.

Semua buku disimpan dalam sebuah wadah yang bisa menyimpan 100 buku dan wadah tersebut (total 35.000 wadah) akan diletakkan di rak raksasa tersebut dimana sebuah robot akan mengambil dan meletakkan buku berdasarkan sistim barcode.

Untuk meminjam buku anda bisa melakukannya secara online melalui komputer dan buku akan keluar ke meja khusus dalam waktu sekitar 5 menit saja.

Cara ini tentu saja bukan hanya lebih mudah dalam hal meletakkan dan mengambil buku tetapi sekaligus bisa hemat ruang sehingga menurut si pembuat, gudang buku ini bisa menyimpan 7 kali lebih banyak dibandingkan perpustakaan dengan ukuran yang sama.

Keren? Tentu saja karena perpustakaan ini menghabiskan dana sekitar US$ 81 juta dollar (sekitar Rp. 800 milyar).

Ingin tahu kenapa nama perpustakaannya Joe and Rika Mansueto Library? Itu karena Joe Mansueto dan Rika Yoshida yang merupakan alumni dari Chicago University adalah yang menyumbang uang sebesar US$ 25 juta makanya untuk rasa "terima kasih", perpustakaan ini diberi nama dengan nama mereka.







Perpustakaan Canggih Dan Unik Di Dunia

Kalau Anda ke perpustakaan yang ada di Chicago Unversity mungkin akan tercengang dengan 2 hal, pertama gedungnya yang berbentuk sebuah kubah dan memanfaatkan 100% sinar matahari sebagai sumber penerangan.

Kedua, anda pasti bingung, kok yang katanya perpustakaan tapi Anda tidak bisa menemukan satu buku pun di perpustakaan ini.

Disebut dengan Joe and Rika Mansueto Library, perpustakaan ini mungkin akan menjadi perpustakaan tercanggih saat ini karena semua koleksi buku mereka disimpan di dalam tanah. Sedangkan untuk meletakkan dan menaruh buku semuanya dikerjakan dengan komputer dan robot.

Tempat penyimpanan buku tersebut terletak di dalam tanah dengan tingggi ruangan setara dengan 5 lantai dan semua buku disimpan dalam rak raksasa. Totalnya ada sekitar 3,5 juta buku.

Semua buku disimpan dalam sebuah wadah yang bisa menyimpan 100 buku dan wadah tersebut (total 35.000 wadah) akan diletakkan di rak raksasa tersebut dimana sebuah robot akan mengambil dan meletakkan buku berdasarkan sistim barcode.

Untuk meminjam buku anda bisa melakukannya secara online melalui komputer dan buku akan keluar ke meja khusus dalam waktu sekitar 5 menit saja.

Cara ini tentu saja bukan hanya lebih mudah dalam hal meletakkan dan mengambil buku tetapi sekaligus bisa hemat ruang sehingga menurut si pembuat, gudang buku ini bisa menyimpan 7 kali lebih banyak dibandingkan perpustakaan dengan ukuran yang sama.

Keren? Tentu saja karena perpustakaan ini menghabiskan dana sekitar US$ 81 juta dollar (sekitar Rp. 800 milyar).

Ingin tahu kenapa nama perpustakaannya Joe and Rika Mansueto Library? Itu karena Joe Mansueto dan Rika Yoshida yang merupakan alumni dari Chicago University adalah yang menyumbang uang sebesar US$ 25 juta makanya untuk rasa "terima kasih", perpustakaan ini diberi nama dengan nama mereka.